Pages

Senin, 20 April 2015

Grup Band Indonesia yg Pernah Berganti Vokalis

Band-band yg pernah berganti vokalis

Band-band yg pernah berganti vokalis cukup banyak terutama di Indonesia. Biasanya band yg memiliki vokalis dengan ciri khas tersendiri akan memiliki kenangan tersendiri bagi pendengarnya atau pun penggemar. Sehingga setelah vokalis lama ingin keluar dari band tentu saja akan menjadi perdebatan dikalangan pendengar atau penggemar band tersebut. Para penggemar langsung membanding-bandingkan antara vokalis yg lama dengan yg baru. Tentu saja hal ini akan membuat vokalis yg baru akan tertekan namun disatu sisi akan menjadi pembuktian diri bagi sang vokalis baru.

Di Indonesia ada beberapa band yg pernah dengan berganti vokalis baru. Berikut daftarnya:



Slank
Band yg terbentuk di tahun 1983 ini merupakan salah satu band dengan penggemar terbanyak di Indonesia yg biasa disebut Slankers. Band Slank saat ini beranggotakan Bimbim, Kaka, Ivanka, Abdee dan Ridho. Markas besarnya ada di gang potlot daerah Kalibata Jakarta Selatan, anak Slankers pasti sudah tahu. Sejak berdiri Slank paling sering gonta-ganti personil mulai dari pemain bass, gitar dan vokalis. Slank yg awalnya bernama “Cikini Stones Complex (CSC)” yaitu grup musik yg terdiri dari anak-anak Perguruan Cikini yg membawakan lagu-lagu Rolling Stones. Namun band ini tidak berlangsung lama dan bubar, setelah itu Bimbim bersama teman-temannya membentuk band baru dengan nama “Red Evil” yg beranggotakan Bimbim (drum), Denny (bass), Erwan (vokal) dan Kiki (gitaris). Mereka kebanyakan membawakan lagu-lagu Van Halen karena karakter vokal Erwan mirip dengan vokalis Van Halen yaitu David Lee Roth.


Bimbim juga merekrut satu gitaris lagi yaitu Bongky dan terus membawakan lagu-lagu Van Halen dan Rolling Stones. Akhir Desember 1983 terjadi perubahan nama band menjadi “Slank” karena karakter mereka saat manggung selalu “slengean”. Awalnya Bimbim mengusulkan nama “Red Eyes” tetapi personel lainnya lebih setuju dengan nama Slank. Pada saat itulah terbentuk nama Slank dengan formasi awal: Bimbim (drum), Erwan (vokal), Denny (bass), Kiki (gitaris) dan Bongky (gitaris). Sejak saat itu, personil pun sering berganti mulai dari gitaris, bass sampai vokalis. 1985 vokalis pertama Slank Erwan hengkang, posisinya digantikan oleh Well Welly yg merupakan mantang anggota CSC. Tahun 1989 Well Welly keluar dari Slank dan digantinkan oleh Akhadi Wira Satriaji atau Kaka. Pada tahun itu menjadi formasi keemasan Slank yg biasa disebut “Formasi ke-13”.


Sejak saat itulah Slank semakin sukses dengan formasi ke-13 dengan beranggotakan Bimbim (Drum), Bongky (Bass), Pay (Gitar), Indra (Keyboard) dan Kaka (Vokal). Album debut Slank adalah “Suit.. Suit.. He.. He..” dengan lagu andalan “Maafkan” dan “Memang”. Seiring berjalannya waktu terjadi keretakan diantara personel Slank yg disebabkan oleh penggunaan Narkoba. Bongky, Pay dan Indra pun keluar dari Slank dan formasi emas pun bubar. Kemudian Bimbim merekrut Ivanka (Bass) yg awalnya hanya additional player bergabung dengan Slank. Abdee (Gitar) dan Ridho (Gitar) menjadi anggota terakhir yg bergabung dengan Slank dan formasi inilah yg bertahan sampai sekarang.  Dengan berganti vokalis, Slank berhasil masuk dapur rekaman dan meraih penghargaan atas karya mereka.



Dewa 19
Dewa pertama kali dibentuk pada tahun 1986 oleh empat orang siswa SMP Negeri 6 Surabaya. Nama Dewa merupakan akronim dari nama mereka berempat: Dhani Ahmad (keyboard, vokal), Erwin Prasetya (bass), Wawan Juniarso (drum) dan Andra Junaidi (gitar). Mereka memiliki markas tempat berlatih di rumah Wawan di Jalan Darmawangsa Dalam Selatan No. 7, yang terletak di komplek Universitas Airlangga. Dewa yang awalnya muncul dengan musik yang lebih pop, kemudian berubah haluan menjadi jazz setelah Erwin memperkenalkan musik jazz ke grup ini. Wawan yang merupakan penggemar berat musik rock kemudian memutuskan keluar pada tahun 1988 dan bergabung dengan Outsider yang antara lain beranggotakan Ari Lasso. Posisi Wawan kemudian digantikan oleh Salman dan nama Dewa pun diubah menjadi Down Beat, yang diambil dari nama majalah jazz terbitan Amerika Serikat. Ketika nama Slank berkibar Wawan kembali dipanggil untuk menghidupkan Dewa, dengan mengajak pula Ari Lasso. Nama Down Beat pun berubah menjadi Dewa 19, karena waktu itu rata-rata usia personelnya 19 tahun. Kali ini, Dewa 19 hadir dengan mencampuradukkan beragam musik jadi satu: pop, rock, bahkan jazz, sehingga melahirkan alternatif baru bagi khasanah musik Indonesia saat itu.
Salah seorang teman sekelas Wawan, Harun ternyata tertarik pada konsep tersebut dan menawarkan investasi sebesar Rp 10 juta untuk memodali teman-temannya membuat master rekaman. Karena di Surabaya tidak ada studio yang memenuhi syarat, mereka terpaksa pergi hijrah ke Jakarta meskipun dengan modal yang pas-pasan. Pada tahun 1992, Dewa meluncurkan album pertamanya yang bertajuk Dewa 19. Di luar dugaan album perdana mereka meledak dan laris di pasaran, sehingga Team Records yang notabene merupakan label kecil terpaksa meminta Aquarius Musikindo untuk mengabil alih produksi album ini. Album ini melahirkan singel berjudul "Kangen" dan "Kita Tidak Sedang Bercinta Lagi" yang sukses mendapat tempat di hati pecinta musik Indonesia. Nama Dewa 19 pun seketika melejit di blantika musik Indonesia. Melalui album ini Dewa 19 berhasil menyabet 2 penghargaan di BASF Awards 1993, masing-masing untuk kategori "Pendatang Baru Terbaik" dan "Album Terlaris 1993". Sejak saat itu Dewa 19 semakin dikenal di jagat musik Indonesia dan terus mengeluarkan hits terbaiknya.
Pergantian personel juga terjadi di Dewa 19 saat Wawan hengkang dan digantikan oleh Wong Aksan di tahun 1995. Beberapa tahun kemudian tepatnya tahun 1998, Wong Aksan keluar dari Dewa 19. Pada tahun yg sama Ari Lasso dan Erwin Prasetya mengalami ketergantungan narkoba dan Dewa 19 divakumkan sementara waktu untuk menunggu kedua personelnya sembuh. Erwin berhasil sembuh tetapi tidak dengan Ari Lasso sehingga ia dikeluarkan dari Dewa 19. Once Mekel didapuk menjadi pengganti Ari Lasso serta Tyo Nugros masuk sebagai Drummer. Cukup sulit bagi Once untuk keluar dari bayang-bayang vokalis lama yg memiliki ciri khas tersendiri tetapi setelah berjalannya waktu Once berhasil menunjukkan kualitasnya dan memiliki ciri khas yg berbeda dari vokalis sebelumnya. Dengan formasi tersebut Dewa 19 berhasil meraih puncak kesuksesan dengan album Bintang Lima yg berisi lagu hits di tahun 2000, Roman Picisan, Risalah Hati, Separuh Nafas dan lainnya.
Erwin yg sembuh dari narkoba masuk kembali ke Dewa 19 dan merilis album keenam Cintailah Cinta tahun 2002. Album keenam Dewa 19 pun sukses di pasaran dan berhasil meraih penghargaan. Pada tanggal 1 Juli 2002, Erwin Prasetya kembali dikeluarkan dari Dewa 19 dan posisinya digantikan oleh Yuke Sampurna (eks bassis The Groove). Album Laskar Cinta yg rilis tahun 2004 juga sukses di pasaran serta mendapatkan masalah hukum mengenai kaligrafi yg ada di cover CD Laskar Cinta dengan FPI (Front Pembela Islam). Di tahun 2007 Tyo Nugros (Drummer) mengundurkan diri karena menderita sakit di kakinya dan posisinya digantikan Agung Yudha. Sejak tahun 2007 Dewa 19 mulai vakum akibat kegiatan masing-masing personel. Andra dengan band barunya “Andra & The Backbone”, Ahmad Dhani membentuk “Republik Cinta Management”, Once Mekel bersolo karir dan Yuke membentuk band sendiri. Tahun 2011 Once resmi keluar dari Dewa 19 dansejak saat itu pula Ahmad Dhani memutuskan bahwa Dewa 19 menjadi band nostalgia dan resmi bubar setelah 25 tahun.


ditunggu update selanjutnya..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar