Pages

Selasa, 14 April 2015

Mau Dibawa Kemana Negara ini?



Mau Dibawa Kemana Negara ini?

Secangkir susu dan sepotong roti mengawali tulisan saya pagi ini. Dipagi yg cerah ini saya mau posting tentang politik ya, udah lama nggak bahas dunia yg penuh dengan para begal. Begal APBN, begal APBD, semuanya di begal yg penting kantong basah sebasah bibir Raisa. Kemarin saya baca thread di Kaskus yg membahas tentang pemerintahan Jokowi. Disitu disebutkan bahwa pemerintahan Jokowi lebih parah dari jaman Soeharto. Kebijakan yg dibuat tidak ada yg membuat rakyat senang dan nyaman. Ya saya akui kalau akhir-akhir ini memang agak aneh pemerintahan sekarang, keputusan dan kebijakan yg diambil kurang tepat.


Menurut saya ada 3 hal yg membuat Pemerintahan sekarang tidak keren dimata rakyat Indonesia, yaitu:

Harga BBM
Harga BBM ini merupakan aspek penting dalam perekonomian dan pengaruhnya sangat besar dalam masyarakat. Dalam beberapa bulan ini, harga BBM naik turun seperti jalanan di puncak. Harga BBM yg naik akan mengakibatkan harga-harga kebutuhan yg lainnya akan ikut naik. Penyebabnya adalah biaya transportasi membengkak dan untuk menutupi biaya tersebut maka harga barang yg dijual pun akan dinakikkan. Bukan itu saja kadang ada beberapa oknum yg memanfaatkan keadaan dengan menimbun barang untuk mendapatkan untung lebih agar bisa dijual kembali dengan harga yg lebih tinggi.

Keadaan seperti ini sudah sering terjadi dan sudah menjadi kebiasaan, rakyat juga yg susah. Gaji sebulan pun tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari, uang untuk beli keperluan masak kurang, uang untuk anak sekolah juga kurang dan kepala pusing dibuatnya. Bukan itu aja, inflasi juga akan terjadi dan minat konsumen dalam membeli barang semakin menurun. Pemerintah apa tidak berpikir dengan menaik-turunkan harga BBM membuat keadaan ekonomi semakin kacau. Seharusnya pemerintah menetapkan harga yg tetap dan tidak mengikuti naik-turunnya harga minyak dunia.

Saya tidak habis pikir atas dasar apa pemerintah mentapkan harga BBM dengan mengikuti fluktuasi harga minyak dunia. Orang tolol mana yg menetapkan hal seperti ini, bukankah di pemerintahan memiliki orang-orang yg mempunyai kapabilitas dalam dunia ekonomi. Akibat ulah pemerintah ini, harga kebutuhan pokok semakin melambung tinggi akibat naiknya harga BBM. Tidak hanya itu, jika harga BBM turun justru ada beberapa harga yg tidak ikut turun. Saya juga mengalami dampaknya, ongkos angkutan umum naik dan pengeluaran semakin membengkak. Mana belum kerja lagi, semakin susah hidup di Jakarta hehe.. sorry curcol.

Presiden Tidak Membaca Keppres yg Ditandatanganinya
Ini kan aneh masa Presiden tidak membaca apa yg ditandatanganinya, kan kayak bocah. Keputusan Presiden tentang penambahan dana untuk uang muka mobil dinas pejabat langsung saja ditandatangani tanpa membacanya terlebih dahulu dan tidak melihat poin-poin apa saja yg ada didalamnya. Saya aja kalo mau minta tandatangan sama dosen sudah pasti dibaca terlebih dahulu, ini masalah negara main asal tanda tangan aja. Gimana kalo isi suratnya tentang pengunduran Presiden kan udah nggak lucu lagi. Seharusnya Presiden mempelajarinya terlebih dahulu dan menimbang apa yg akan terjadi jika menandatangani Keppres tersebut.

“I dont read what i sign” kira-kira begitulah judul artikel di salah satu media asing, bikin malu aja ya haha... pemberitaan mengenai hal ini membuat Keppres yg ditandatangani ditarik kembali. Menurut saya Keppres yg ditandatangani juga tidak memihak rakyat hanya memihak pejabat. Alangkah lebih baik kalau alokasi dana tersebut dialokasikan ke pendanaan yg lebih penting. Permasalahan Indonesia ini sudah sangat kompleks, mulai dari hukum yg meruncing ke bawah, masalah peredaran narkotika, korupsi, pembalakan liar, penjualan satwa langka dan masih banyak lagi. Tetapi Presiden memperkeruh suasana dengan tanpa rasa bersalah dan sambil senyum “saya tidak membacanya, saya sudah percaya sama staf”. Haha.. saya cuman bisa geleng-geleng kepala.

Rupiah semakin melemah terhadap Dollar
Nah ini yg bikin orang susah, mau beli gadget terbaru terpaksa ditunda karena harga gadget merangkak naik. Seperti kita ketahui barang-barang elektronik atau gadget memiliki pengaruh terhadap Dollar. Jika Dollar menguat terhadap Rupiah maka harganya pun ikut naik karena komponen-komponennya masih diimpor dari luar negeri. Belum lagi pengusaha yg dibikin pusing gara-gara hutangnya diluar negeri semakin membengkak. Saya beri contoh, dulu pengusaha berhutang ke luar negeri sebesar 1 juta Dollar saat nilai kurs masih Rp10.000/Dollar sekarang pengusaha harus membayar hutang mereka dengan nilai kurs Rp13.000/Dollar. Pengusaha tersebut harus menambah uang sebesar Rp3 Milliar untuk melunasi hutang mereka.

Pemerintah harus mengatasi hal ini sebelum nilai kurs tukar mencapai angka Rp15.000. Semoga tidak sampai diangka itu ya, bisa-bisa jadi perang dunia ninja ke 5. Pelemahan nilai tukar ini semata-mata bukan faktor dari dalam negeri tetapi dari luar negeri juga. Ya pertukaran nilai tukar sangat sensitif terhadap sesuatu yg terjadi bisa karena kebijakan bank sentral amerika misalnya atau keadaan politik juga bisa. Kita tunggu saja apa tindakan nyata dari Pemerintah dan semoga nilai tukar bisa sampai dikisaran angka Rp9.000/Dollar. Butuh waktu yg lama sepertinya..

Demikian tulisan atau lebih tepatnya pendapat saya pribadi dan bisa dibilang mewakili perasaan kebanyakan rakyat Indonesia. Bukankah janji yg diberikan saat kampanye kemarin begitu manis semanis Raisa. Akankah janji itu akan dipenuhi atau hanya menjadi ajang promosi selama kampanye? Kita tunggu saja, jangan sampai Pemerintahan sekarang terhenti di tengah jalan seperti yg diamini beberapa rakyat Indonesia. Sekian...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar