Pages

Selasa, 12 Mei 2015

Kotak Ajaib itu Bernama Televisi



Kotak Ajaib itu Bernama Televisi

Televisi sudah menjadi kebutuhan sehari-hari bagi manusia. Kenapa gue mengatakan seperti itu? ya kenyataannya orang mampu menghabiskan waktu berjam-jam di depan televisi. Penyebabnya adalah begitu banyak ragam acara yg disiarkan oleh stasiun televisi membuat orang semakin betah. Motif orang menonton televisi berbeda-beda, mulai dari ingin mencari hiburan, mendapatkan informasi dan lainnya. Pengaruh televisi di kehidupan sehari-hari juga begitu besar. Dengan adanya televisi orang bisa terpengaruh terhadap sesuatu. Adanya keinginan untuk membeli suatu barang karena melihat iklan di televisi. Adanya keinginan untuk pergi ke suatu tempat karena melihat acara di televisi. Adanya pengaruh perilaku dalam kehidupan sehari-hari karena melihat acara di televisi. Yups.. kotak ajaib itu bernama televisi..


Sudah tahu siapa yg menemukan televisi? Kalau belum, yaudah gue berikan infonya sekilas saja. Penemu Televisi adalah John Logie Baird . lahir tanggal 13 Agustus 1888 di Skotlandia, Baird menerima pendidikan di Technical College Royal dan Universitas Glasgow. Diganggu oleh kesehatan yang buruk, dia tidak dapat ikut dalam Perang Dunia I dan akhirnya ia memilih posisinya sebagai seorang insinyur listrik. desain Baird adalah sebuah perangkat yang disebut Nipkow disk, disk scanning diciptakan pada tahun 1884 oleh ilmuwan Paul Nipkow Jerman. Pada dasarnya, perangkat ini terdiri dari disk karton dengan serangkaian lubang persegi, terletak dalam posisi spiral. Ketika digabungkan dengan photoelectriccell dan berputar, Nipkow disk mampu memindai area terang dan gelap dan mengkonversi informasi yang menjadi sinyal listrik. Dengan menggunakan seconddisk, disinkronkan dengan yang pertama, Nipkow mampu menterjemahkan bahwa signal ke gambar visual primitif.

Pada tahun 1923, ia mulai berusaha mengotak-atik mesin untuk mentransmisi gambar, sekaligus suara, lewat radio. Tak lama kemudian ia berhasil mengirim citra kasar melewati transmiter tanpa-kabel ke pesawat penerima yang berjarak beberapa meter. Gembira, dia berlari ke lantai bawah toko dan membujuk seorang anak muda untuk menjadi orang pertama yang gambarnya di transmisikan oleh televisi. Baird menjadi terkenal hampir dalam semalam, dan segera investor memberinya cukup uang untuk mengejar tujuan yang lebih ambisius. Pada 1927 ia mengirim sinyal televisi dari London ke Glasgow dan pada 1928 dari London ke New York. Saat itulah John Logie Baird tercatat sebagai penemu televisi pertama. Penemuan Baird akan digantikan oleh desain tabung sinar katoda dari Vladimir Zworykin. Namun, Baird terus berusaha untuk desain televisi yang lebih baik. Dia membantu mengembangkan televisi berwarna alam serta besar layar proyeksi, yang ia bayangkan, pada akhirnya akan memungkinkan televisi di lihat publik di layar film. Baird meninggal di Bexhill-on-Sea, East Sussex, Inggris, 14 Juni 1946 pada umur 57 tahun.

Wah.. kita harus berterima kasih ya sama Mister John. Pada tahun 12 Juli 1962 di New York disiarkan gambar pertama yg disiarkan oleh satelit dari inggris untuk amerika serikat. Sejak saat itulah dunia pertelevisian semakin maju dan beragam stasiun televisi muncul di seluruh dunia. Begitu juga yg terjadi di Indonesia, stasiun televisi pertama yg didirikan adalah Televisi Republik Indonesia (TVRI) pada tahun 1989. Kemudian muncul stasiun televisi swasta pertama di Indonesia yg muncul yaitu Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI)  dan disusul Surya Citra Televisi (SCTV) pada tahun 1990. Pada tahun 2000an semakin banyak stasiun televisi baru yg bermunculan dan era pertelevisian nasional semakin maju.

Semakin berkembangnya dunia pertelevisian Indonesia menyebabkan bisnis di dalamnya semakin maju. Para produsen produk-produk konsumen mencoba berpromosi atau beriklan di stasiun televisi. Karena stasiun televisi memiliki penonton yg banyak dan tersebar di seluruh Indonesia memberikan peluang yg bagus untuk berpromosi. Dalam beriklan para produsen biasanya menimbang di mana seharusnya beriklan, dan di acara mana. Seperti yg kita ketahui bersama, acara televisi di Indonesia mengikuti rating penonton dimana rating ini memberikan informasi banyak atau sedikitnya jumlah penonton acara tersebut. Berikut faktor-faktor yg dilihat dalam beriklan di stasiun televisi:
1.     Karakteristik Stasiun Televisi
Stasiun televisi memiliki beragam karakteristik seperti stasiun televisi yg menyiarkan berita, entertainment, olahraga dan lainnya. Untuk stasiun yang ber-rating tinggi, maka mematok biaya iklan tv cukup besar, sekitar 10 juta hingga 15 juta rupiah per 15 hingga 30 detik penayangan. Beda lagi tarif untuk tv lokal, biaya iklan tv hanya berkisar 50 ribu hingga 300 ribu rupiah per spot atau sekali tayang dengan durasi sekitar 30 detik.
2.     Rating Program Acara
Rating program acara ini menentukan harga slot iklan dan semakin bagus rating acara tersebut maka semakin mahal pula tarif iklannya. Rating program acara ini dihitung oleh AC Nielsen.
3.     Jenis Penyiaran Acara
Jenis penyiaran acara adalah acara yg disiarkan langsung dan disiarkan tidak langsung. Acara yg disiarkan langsung biasanya memiliki tarif iklan yg mahal karena biaya operasional yg cukup tinggi seperti acara pertandingan sepakbola dan sebagainya.
4.     Jam Penayangan
Jam penayangan juga menentukan tarif iklan di stasiun televisi. Biasanya tarif iklan yg paling tinggi ada di jam-jam primetime (17.00-21.00). Pada jam-jam tersebut paling banyak orang yg menonton televisi.
5.     Peletakan Iklan
Peletakan iklan menjadi perbedaan tarif iklan di televisi. Iklan yang diputar setelah program acara berlangsung akan dianggap sebagai posisi pasang iklan yang paling strategis sehingga dipasang harga lebih mahal dibandingkan iklan yang dipasang di antara iklan lain. Hal ini berkaitan dengan penonton yang suka mengganti chanel siaran ketika iklan berlangsung.

Nah.. sekarang gue akan memberikan informasi mengenai kisaran tarif iklan berdasarkan jam tayangnya.  Berikut tarifnya:
·         Jam 00.00-05.00, biayanya sekitar Rp5.000.000,00 – Rp7.000.000,00 per 30 detik.
·         Jam 05.00-08.00, biayanya sekitar Rp7.000.000,00 – Rp9.500.000,00 per 30 detik.
·         Jam 08.00-12.00, biayanya sekitar Rp6.000.000,00 – Rp8.000.000,00 per 30 detik.
·         Jam 12.00-13.00, biayanya sekitar Rp7.000.000,00 – Rp9.500.000,00 per 30 detik.
·         Jam 13.00-17.00, biayanya sekitar Rp6.000.000,00 – Rp8.000.000,00 per 30 detik.
·         Jam 17.00-21.00, biayanya sekitar Rp12.000.000,00 – Rp14.000.000,00 per 30 detik.
·         Jam 21.00-00.00, biayanya sekitar Rp7.000.000,00 – Rp9.500.000,00 per 30 detik.

Setelah melihat fakta-fakta di atas, gue berkesimpulan ternyata memiliki stasiun televisi itu menguntungkan. Tetapi melihat begitu banyaknya stasiun televisi di Indonesia menyebabkan persaingan semakin ketat. Setiap stasiun televisi berlomba-lomba untuk menampilkan acara terbaik mereka untuk menarik banyak penonton dan rating share yg bagus. Semakin banyak penonton maka sponsor atau pengiklan semakin banyak. Disisi lain permasalahan lain muncul, acara yg ditampilkan oleh stasiun televisi hanya berorientasi pada rating share dan popularitas penonton serta mengesampingkan nilai-nilai pendidikan dalam acaranya. Maka tidak heran saat ini acara di televisi di Indonesia semakin tidak layak untuk ditonton. Ya inilah permasalahan televisi di Indonesia dan sampai sekarang menjadi perbincangan para Netizen. Semoga pertelevisian Indonesia bisa membaik dan acara yg memiliki unsur pendidikan semakin banyak.

Kesimpulan mengenai Ajaibnya Televisi adalah membuat orang melakukan tindakan yg tidak mereka inginkan:
·         Menonton televisi membuat anda ingin menjadi Artis terkenal
·         Menonton televisi membuat anda membeli barang yg tidak kamu inginkan
·         Menonton televisi membuat anda memilih politikus yg penuh dengan pencitraan



*diolah dari berbagai sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar